Air terjun Coban Pelangi terletak kira-kira 32 km ke arah timur dari Kota Malang, tepatnya di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Dari Tumpang berjarak sekitar 10 km. Untuk mengunjungi coban yang terletak di Sungai Amprong ini, Anda bisa menempuhnya dari Kota Malang menuju Bandara Abdulrachman Saleh ke arah Tumpang. Kondisi jalan sudah cukup mulus sampai menjelang Desa Gubugklakah. Jalur ini juga merupakan jalur untuk menuju Gunung Bromo maupun Gunung Semeru. Sesampainya di Desa Gubugklakah maka sudah ada beberapa petunjuk arah untuk menuju Coban Pelangi. Dari sini Anda perlu berhati-hati karena jalannya mulai menanjak dan berkelok-kelok. Usai melewati Desa Gubugklakah, di sebelah kanan jalan akan terlihat jelas gapura bertuliskan air terjun Coban Pelangi. Air terjun ini berada sebelum memasuki pertigaan Jemplang, yaitu pertigaan menuju Gunung Semeru dan Gunung Bromo.

Coban Pelangi

Dari pintu masuk Coban Pelangi, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menurun. Jalannya sudah dihotmix dan beberapa bagian lainnya masih berupa tanah. Di beberapa ruas juga telah dibuat tangga-tangga dengan disertai pegangan sebagai pengaman. Di sepanjang jalan sudah ada beberapa warung yang menjual gorengan dan minuman. Sebelum mencapai Coban Pelangi terdapat sebuah jembatan bambu. Jembatan ini sempit, hanya bisa dilalui dua orang saja. Jarak tempuh jalan ini sekitar satu kilometer hingga lokasi air terjun berada. Coban Pelangi merupakan salah satu wanawisata yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang. Kawasan ini dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS). Lokasi wisata Coban Pelangi mulai dirintis sejak 1986 oleh warga setempat dan baru pada 1989 diambil alih pengelolaannya oleh Perhutani.

Air terjun ini berada di ketinggian 1.299,5 m di atas permukaan laut, di kaki Gunung Semeru arah ke Desa Ngadas dan memiliki terjunan air setinggi kurang lebih 110 m. Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 19-23˚ Celcius dan dengan kemiringan sekitar 45-50 derajat. Dinamakan Coban Pelangi karena air terjun ini sering membiaskan warna pelangi. Pelangi ini biasanya muncul antara pukul 10 pagi hingga pukul 2 siang, di mana pelangi tersebut terbentuk akibat butiran-butiran air yang lembut terbawa oleh angin kemudian mendapat efek cahaya dari sinar matahari.

Sebaiknya pengunjung berangkat pagi-pagi ke tempat ini, karena kabut sering muncul setelah lewat dari tengah hari. Waktu yang tepat untuk mengunjungi obyek wisata ini adalah musim kemarau. Selain Anda tidak terganggu dengan hujan dan hawa dingin yang bisa menusuk ke tulang, juga pada musim penghujan pihak pengelola sering membatasi kunjungan hingga pukul 16.00. Hal ini untuk menghindari munculnya air bah yang datang dari pegunungan di bagian hulu yang seringkali datang tiba-tiba. (Dirangkum dari berbagai sumber)

Share This:

Related Post

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *